Simulasi Penanganan Darurat Persalinan di Akbid Gresik berlangsung Haru

Dikutip dari timesindonesia.co.id - Diluar dugaan, pelaksanaan simulasi penanganan darurat persalinan ditengah bencana banjir di kampus Akademi Kebidanan (Akbid) Mandiri Kecamatan Kebomas Gresik, pada Rabu (26/4/2017) berlangsung Haru. Meski hanya simulasi namun banyak peserta simulasi yang menangis karena terharu.

Reka Hernanda, Mahasiswi semester 6 yang memerankan sebagai ibu yang harus menjalani persalinan di tengah bencana banjir mengaku terharu. " Ya, saya terharu hingga tak kuasa menahan air mata," akunya.

Suasana haru serta teriakan histeris ke 250 peserta simulasi menjadikan kampus Akbid Mandiri di Jalan KH Syafii Desa Dahanrejo Kecamatan Kebomas seperti benar-benar mengalami bencana.

Apalagi, ke 250 mahasiswi peserta simulasi mengenakan pakaian seperti sesuai perannya masing-masing, seperti peran ibu hamil, bidan, dokter, warga biasa dan aparat pemerintah.

Simulasi penanganan darurat persalinan ditengah bencana banjir tersebut digelar pihak kampus bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Gresik untuk memperingati 10 tahun ditetapkannya Undang-undang penanggulangan bencana di Indonesia pada 26 April 2007 silam.

Sri Indarjati, Direktur Akbid Kebidanan Mandiri Gresik mengatakan pelaksanaan simulasi ini adalah puncak kegiatan pengenalan penangan darurat kebencanaan yang berlangsung selama 4 hari sejak 20 April lalu yang diisi berbagai kegiatan.

"Jadi ini awal dari MoU dengan BPBD. Nanti semua mahasiswa baru akan kita kenalkan materi penangan darurat persalinan seperti ini," jelasnya.

Indarjati menambahkan, dua tahun lalu mahasiswinya yang sudah lulus pernah praktek langsung menangani persalinan di tengah bencana banjir di Kecamatan Benjeng Gresik sehingga bisa memahami lebih rinci penanganan persalinan.

"Mulai semester satu, sudah ada materi pelajaran mengenai persalinan termasuk penanganan persalinan kedaruratan yang ditempuh dalam 110 SKS," pungkasnya.(*)